Rabu, 24 Oktober 2018

Filled Under: ,

Cara mengenali seseorang hiperseks atau tidak serta penanganannya

Cara mengenali seseorang hiperseks atau tidak serta penanganannya - hiperseksual adalah istilah klinis untuk peningkatan libido secara ekstrim dengan intensitas yang tinggi. Istilah lain dari hiperseksual adalah hiperseks, nymphomania, dan satyriasis.


Nymphomania adalah istilah lama yang digunakan dalam dunia medis untuk mendeskripsikan penderita kecanduan seks akan tetapi tidak berlaku lagi.

Banyak yang menganggap hiperseksual sebagai sebuah penyakit, akan tetapi dunia medis menyatakan hiperseks sebagai sebuah kondisi atau gejala penyakit lainnya sebagai contoh gejala hiperseks bipolar atau sindrom Klüver-Bucy.

Pada beberapa kasus, hiperseksual disebabkan oleh efek samping penggunaan obat-obatan atau perawatan penyakit sebagai contoh terapi Parkinson.

Hingga saat ini, peneliti medis belum mencapai kesepakatan terkait apakah hiperseks sebuah kondisi utama atau perilaku impulsif.

Ciri-ciri wanita hiperseks

1. Masturbasi berlebihan

2. Mendambakan hubungan seksual hingga mengganggu kehidupan sehari-hari

3. Menghabiskan waktu untuk merencanakan kegiatan seks

4. Sering mengonsumsi konten-konten pornografi

5. Punya banyak pasangan berhubungan seks

6. Tidak terikat secara emosional dengan pasangan

7. Menginginkan pasangan berhubungan yang mustahil

8. Ketidakmampuan untuk berhenti dari aktivitas seksual

Ciri-ciri Pria Hiperseksual

Tidak pernah merasa puas saat berhubungan seks, walaupun ia sudah mengalami orgasme. Inilah terkadang yang membuat pria hiperseks tidak puas dengan satu wanita.

Tuntutan seks tidak bisa ditunda
Tidak bisa mengontrol keinginan seks
Sangat tergila-gila dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks

Pada umumnya, orang yang mengalami hiperseks tidak bisa disembuhkan. Pengobatan atau rehabilitasi yang ada hanya bisa mengurangi atau melatih untuk mengontrol keinginan seksnya yang sangat besar.

Penyebab Wanita Hiperseksual

Hiperseks yang dialami oleh kaum wanita seringkali disebabkan oleh penyimpangan selama masa pertumbuhan dari usia balita sampai remaja.

Kekerasan dalam rumah tangga yang sering dialami oleh ibu, seringkali sang ayah berbuat kasar terhadap ibu merupakan kejadian yang dapat dijadikan sebagai contoh penyebab hiperseks atau kelainan seksual pada wanita.

Berbekal dari pengalaman buruk tersebut yang menjadikan pemicu penyebab hiperseks atau kelainan seksual pada wanita. Ketika ia tumbuh dewasa, ia berusaha mencari pendamping yang lebih baik dari ayahnya.

Namun, dalam pencariannya ia tidak berhasil menemukan sosok pria yang diinginkannya, sehingga pada akhirnya ia masuk dalam pergaulan banyak orang untuk mencari dan terus mencari sosok pria yang diinginkannya.

Kondisi seperti ini mengakibatkan gejala ataupun dampak buruk bagi wanita yang menderita hiperseks atau kelainan seksual.

Jika wanita sudah masuk dalam pergaulan banyak orang dan mengenal hubungan seks serta kebiasaan bergonta-ganti pasangan, hal ini akan mengakibatkan kecanduan seks sama halnya dengan merokok.

Berbeda dengan pria, hiperseks yang dialami oleh wanita sepenuhnya disebabkan oleh faktor psikis.

Penyebab pria hiperseksual


Satyriasis adalah sebutan Hiperseks yang diderita oleh kaum pria, hal ini terjadi akibat kelainan yang disebabkan faktor fisik maupun faktor psikis.

Peradangan yang terjadi disaluran kemih merupakan faktor fisik yang mengakibatkan seorang pria mengalami kelainan gangguan seksual.
Akibat dari peradangan yang terjadi disaluran kemih tersebut, menimbulkan rangsangan yang mengakibatkan seorang pria terkesan haus untuk melakukan hubungan seksual.

Bagi kamu yang merasa mengalami hal seperti ini, segeralah melakukan upaya pengobatan. Karena dikhawatirkan peradangan tersebut akan meluas menjadi peradagan di buah zakar yang mengakibatkan tubuh Anda tidak dapat memproduksi hormon testosteron dengan baik.

Sementara hiperseks atau kelainan seksual pada pria yang disebabkan oleh faktor psikis adalah seringkalinya muncul ketidaknyamanan dalam diri yang menyebabkan kebutuhan akan kedekatan dengan pasangan semakin meningkat

Misal, seorang pria khawatir tidak mendapatkan perhatian dari pasangannya akibat kekurangan yang dimiliki, untuk menutupi kekurangan pada dirinya.

Lantas, ia mencoba berusaha untuk membuktikan keperkasaannya diatas tempat tidur sebagai wujud kelebihan yang ia miliki.

Cara mengatasi kondisi hiperseksual

1. Psikoterapi

Ini adalah bagian yang sangat penting dari setiap jenis pengobatan terhadap kecanduan. Isu yang akan dibahas dalam sesi terapi ini termasuk mengidentifikasi, mengubah pola pikir negatif dan membatasi keyakinan, berurusan dengan konflik internal, meningkatkan wawasan dan kesadaran diri, dan melihat hubungan antara masalah interpersonal dan kecanduan Anda.

2. Terapi kelompok

Terapi kelompok melibatkan sesi reguler dengan sejumlah kecil pecandu seks lainnya. Sesi ini dipimpin oleh seorang terapis. Jenis terapi ini sangat bermanfaat, karena masing-masing anggota kelompok dapat saling mendukung dan belajar dari pengalaman masing-masing. 

Terapi ini juga ideal untuk menghadapi alasan, pembenaran, dan penolakan yang berjalan seiring dengan perilaku kecanduan.

3. Terapi keluarga dan pasangan

Perilaku adiktif selalu berdampak pada keluarga dan kerabat. Sesi terapi ini memberikan kesempatan Anda untuk mengatasi emosi, konflik yang belum terselesaikan, dan perilaku problematik.

Sesi ini dapat memperkuat sistem pendukung utama kamu dengan membantu orang-orang terdekat kamu mendapatkan pemahaman yang lebih baik akan kecanduan yang Anda miliki.

4. Obat-obatan

Obat-obatan sering memainkan peran utama dalam pengobatan gangguan hiperseksual. Beberapa obat dapat membantu mengurangi perilaku kompulsif dan pikiran obsesif, sementara yang lainnya dapat menargetkan hormon tertentu yang terkait dengan kecanduan seks atau dapat mengurangi gejala yang menyertai seperti depresi atau kecemasan.

a. Antidepresan

Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) adalah jenis yang paling umum dari antidepresan yang digunakan untuk mengobati hiperseksualitas. SSRI termasuk obat-obatan seperti Paxil, Prozac, dan Zoloft. 

Obat tersebut dapat membantu mengurangi pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Mereka juga membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan.

b. Antiandrogen

Obat ini dapat menargetkan efek androgen (hormon seks) pada laki-laki dan mengurangi dorongan seksual. Antiandrogen biasanya digunakan untuk mengobati pria pedofil.

c. LHRH (Luteinizing Hormone-Releasing Hormone)

Obat ini menurunkan produksi testosteron dan membantu mengontrol pikiran obsesif yang berkaitan dengan kecanduan seksual.

d. Penstabil mood

Obat dalam kategori ini termasuk Lithium dan Depakote. Umumnya obat ini digunakan untuk mencegah episode manik pada individu dengan gangguan bipolar, obat ini efektif dalam membantu mengurangi dorongan seksual yang intens.

e. Naltrexo

Obat ini sering digunakan untuk mengobati kecanduan alkohol dan ketergantungan opioid. Sebagai agonis opioid, ia bekerja dengan menargetkan pusat kesenangan di otak yang berhubungan dengan beberapa jenis perilaku adiktif.

Akan sulit untuk menemukan keberanian dalam mencari bantuan, terutama karena hal ini terasa cukup memalukan. 

Sayangnya, beberapa pecandu seks tidak mencari pengobatan hingga mereka mencapai titik ketika mereka dihukum akibat pelanggaran seks atau ketika anggota keluarga dan pasangan memberikan ultimatum. 

📌Artikel ini Disadur dari beberapa sumber

Baca Juga :

0 komentar:

Posting Komentar